Memperkenalkan MALTA kepada Bapak Dubes di Tokyo

Pada tanggal 12 April 2018, ada kesempatan saya untuk memperkenalkan MALTA, pemain saxophone Jazz yang terkenal di Jepang, kepada Bapak Dubes Indonesia di Tokyo. 


MALTA adalah pemain saxophone Jazz yang sangat terkenal sejak tahun 1970-an, dan masih tetap bermain dimana-mana di Jepang meskipun usianya sudah hampir 70 tahun.

Selain main di konser, MALTA mengajar musik Jazz di Tokyo University of Art dan Osaka University of Art, serta membuka kesempatan workshop kecil untuk membimbing saxophone Jazz kepada anak-anak dan generasi muda.

Rupanya MALTA tidak mengenal pensiun dan tetap mau pemain top terus. 

Saya sendiri kenal nama MALTA sejak dulu, namun baru pertama kali ketemu dia pada waktu konser MALTA di kota Saiki, prefektur Oita, pada tanggal 11 November 2017. 

Di Saiki, ada organisasi baru yang bernama Saiki Music Art Club sejak tahun lalu. Saiki Music Art Club ingin mengembangkan kota Saiki dengan musik, dan mengundang MALTA sebagai konser besar pertama yang dilakukan oleh Saiki Music Art Club. Ini photonya pada waktu itu.


Saiki berada di paling pojok selatan prefektur Oita dengan pembatasan prefektur Miyazaki. Banya orang Jepang tidak kenal nama kota juga. Namun, konser MALTA tersebut berhasil ramai dan fantastik, jauh lebih luar dugaan saya.

Ada yang bilang bahwa sakitnya hilang setelah menikmati musik MALTA. Rasanya itu betul jika langsung dengar permainan sax MALTA dengan swing swing swing menurut saya.

Dan MALTA juga terlihat senang main di Saiki. Akhirnya MALTA akan main lagi di kota Saiki pada tanggal 22 September 2018.

* * * * * * * * * *

Saat ini, MALTA mulai tertarik tentang Indonesia, karena banyak pemain Jazz yang muda dan unik muncul terus di dunia Jazz Indonesia. Indonesia dianggap tempat Jazz yang paling menonjol di dalam wilayah Asia.

Selain itu, di Saiki, MALTA bertemu Mr. Yamanaka yang memiliki pabrik di Indonesia, mendengar banyak hal-hal yang menarik tentang Indonesia.

Dengan demikian, nmanagernya MALTA minta kepada saya untuk fasilitasi pertemuan dengan Bapak Dubes untuk MALTA langsung menyampaikan keinginan pergaulan dengan dunia Jazz Indonesia. 

Dalam kunjungan kehormatan di KBRI di Tokyo, Dubes Bapak Arifin Tasrif menerima MALTA dan kami dengan sangat hangat.

Bapak Dubes juga rupanya suka musik Jazz. Dari smartphone, beliau memperlihatkan berbagai video pemain Jazz kepada MALTA. MALTA cukup menarik dan kaget terhadap level pemain yang cukup tinggi, seperti Joey Alexander.

Atas permintaan dari Bapak Dubes, MALTA berkesempatan main sax langsung di depan Bapak Dubes seperti ini.



Pertemuan dengan bapak Dubes hanya 30 menit. Namun 30 menit tersebut terasa sangat hangat dan akrab. Saya mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada Dubes Bapak Arifin di sini.

Setelah kunjungan kali ini, MALTA mengatakan dia ingin sekali berkontribusi untuk memperkuat dan memperdalam hubungan persahabatan antara Indonesia dan Jepang dengan musik Jazz dia. Maka, MALTA ingin mencari kesempatan bermain di Indonesia.

Jika bisa mengikuti konser Jazz di Jepang, MALTA mau mencoba melakukan bimbingan sax Jazz kepada anak-anak dan generasi muda di Indonesia juga.

MALTA sangat menghargai hubungan manusia sekali bersambung. Maka, sekali ada kesempatan bermain di Indonesia, dia berjanji datang ke Indonesia setiap tahun untuk bermain guna persahabatan antara Indonesia dan Jepang terus. Dia sudah berjanji setiap tahun datang ke Saiki untuk konsernya.

Apakah ada kesempatan buat MALTA bermain di Indonesia? Siapa yang berminat bermain musik Jazz bersama MALTA di Indonesia? Jakarta Japan Matsuri (JJM) pada September 2018? Atau JawaJazz pada Maret 2019?

Jika ada yang berminat, mohon informasikan kepada saya dengan email (matsui@matsui-glocal.com) atau FB.

Saya bersyukur ketemu orang bernama MALTA yang ingin menjadi jembatan antara Indonesia dan Jepang dengan musik Jazz.

Saya tetap berusaha menyambung terus antara Indonesia dan Jepang. Sudah ada dua proyek yang bersambung antara Indonesia dan Fukushima pada Mei 2018. Apa ini? Stay tuned !

コメント

人気の投稿